Minggu, 19 April 2009

Teknih Pencahayaan Gambar

Suatu sumber cahaya bisa tidak menghasilkan bayangan (default) atau bisa menghasilkan bayangan depth map mau-pun raytraced. Anda dapat mengombinasi-kan kedua jenis bayangan ini—depth map maupun raytraced—pada scene Anda. De-ngan mengatur atri-but bayangan depth map atau raytraced, Anda dapat mensi-mulasikan bayangan yang dihasilkan oleh berbagai tipe cahaya di dunia nyata.
Bayangan depth map maupun ray-traced memberikan efek yang hampir sama, namun ba-yangan depth map waktu render-nya le-bih cepat. Umumnya kebanyakan orang akan memilih ba-yangan depth map kecuali jika tipe ba-yangan tersebut tidak dapat membantu mencapai visualisasi yang diinginkan.

Depth Map Shadow

Bayangan depth map memberikan hasil yang baik pada hampir semua situasi di
scene Anda, dengan waktu render yang da-pat diterima. Depth map merupakan jarak antara sumber cahaya dan permukaan yang tersinari oleh cahaya tersebut. Depth map merupakan file data berisi ukuran-ukuran yang akan di-render terlihat dari sudut pan-dang sumber cahaya. Tiap pixel pada depth map merupakan jarak dari sumber cahaya ke objek terdekat yang akan menimbulkan bayangan pada arah tertentu. Jika pada suatu scene terdapat cahaya yang menghasilkan bayangan depth map, Maya akan membuat suatu file depth map untuk cahaya tersebut pada saat rendering dan Maya akan menggunakan file tersebut untuk menentukan permukaan mana saja yang terkena bayangan. Pada beberapa kasus, Anda dapat mengurangi waktu render dengan cara menyimpan dan mengguna-kan kembali file depth map tersebut.

Kampus Bukan Milik Lembaga & Orang -Orang Yang Di Atas Sana

Di era yg lagi banyak orang - orang yg berebut kekuasaan ini terjadi pula d lingkungan pendidikan seperti d lingkungan Kampus. Seperti contoh yg dimana rektor yg di pilih adalah dari pihak mahasiswa, ini malah d tunjuk langsung dari Orang yg d atas nya. Sikap yg seperti ini sama saja sudah menyalah gunakan posisi dan kedudukan yg dengan mudah diatur seenak hati, bahkan lebih parah yg seharus nya posisi itu harus mempunyai gelar S3, sekarang berubah menjadi S2. Apakah standard itu mencerminkan Menurun nya kualitas dari pendidikan (Kampus) itu tersebut??? Semua itu hanyalah tanda tanya bagi mahasiswa yg berada d dalam situasi KEBODOHAN yg di atur oleh permainan Lembaga. Seharus nya yg d cari adalah orang - orang yg d anggap pantas d pilih oleh mahasiswa, ini malah d tunjuk langsung berdasarkan keseenakan dari Lembaga. Tentu banyak lah orang - orang yg mau menempati posisi menjadi Rektor dengan gaji perbulan 50jt. Melihat hal itu seharus nya malu, ini malah bangga menjadi seorang yg memperbodoh diri nya sendiri dan memperbodoh mahasiswa nya sendiri. Apakah peraturan itu bisa menciptakan seseorang yg pantas dan menjadi harapan bagi mahasiswa??? Tentu tidak, hal itu malah menjadi ocehan bagi orang lain yg menertawakan Kebodohan itu.
Politik emang lah politik, yg sudah masuk ke dalam lingkungan Kampus. POLITIK itu pantas d sebut sebagai POLITIK BANGSAT.